Sebelum semuanya berlalu…

Posted in Tulisan penyemangat dengan kaitan (tags) , , , , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

Sebelum semua berlalu bersama waktu, dan tidak akan ada lagi kesempatan, sudahkah…

Mengucapkan terima kasih pada mama kita, meskipun masakan mama hari ini tidak ada lauknya

Memaafkan Papa yang mengecewakan kita, karena bagaimanapun juga dialah orang tua kita

Mengatakan sayang kepada adik kakak kita, meskipun mereka sering curang dan menyakiti kita, karena mereka adalah saudara sedarah kita

Mengatakan cinta kepada kekasih kita yang terpisah jauh disana, karena dia saat ini sangat membutuhkan kehadiranmu

Mengampuni teman kita yang selalu menyakiti kita, karena teman kita sebetulnya tidaklah tahu rasa sakit itu

Memberi kepada pengamen kecil di traffic light, karena siang ini dia membutuhkan makan siang

Memberi salam kepada Boss di kantor yang semena-mena, karena dialah yang bertanggung jawab atas kantormu

Memberi tumpangan dan menjamu  teman kantormu, karena mungkin hari ini teman kita tidak punya uang

Dengan uang kita yang kecil dan yang tak berarti untuk  menyenangkan orang tua kita, karena kita adalah kebanggaan mereka

dan masih banyak lagi…….
***waktu terus berlalu, jangan lewatkan tanpa sesuatu yang baik, sebab sesuatu yang baik itu meskipun sangat kecil dan sederhana, mungkin sangat berarti bagi orang2 di sekeliling kita***

Haruskah menunggu…

Posted in Poetic Of Love dengan kaitan (tags) , , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

Menunggu


Apakah bijak

jika aku menunggu

waktuku

menantikan waktu waktu yang terus menerus berjalan

meskipun sulit aku melihat tanda-tanda dimanakah waktuku

Ah, sekiranya waktu yang kutunggu-tunggu datang mengajakku


Apakah baik

jika aku menunggu

dan berharap …..

seandainya ada waktu yang terputus

dan sesegera aku menyambungnya

dan menjadikan waktuku……

Ah, sungguh jahat harapanku


Apakah rendah hati

jika aku menginginkan

apa yang bukan menjadi bagianku

dan berkhayal

membuat roman indah

menjadi sutradara

mengubah kenyataan menuruti hatiku

Wah, sungguh sombong aku


Apakah baik

jika aku menunggu

dan berharap

kalau-kalau boleh dua waktu berjalan bersama-sama

mengisi dan membuat cerita

Pikirku

menjadi waktu sisi gelappun tak mengapa

…….

Ha ha ha ha, sungguh tidak baik aku ini

For my loving Bapak & Ibuk

Posted in Poetic Of Love dengan kaitan (tags) , , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

Satu hal yang akan kualami nanti

dan dahulu menjadi kesedihan

dan ketakutan bila memikirkannya


yaitu ketika tiba waktunya

bapak & ibuk harus pergi

meninggalkan aku


……


Pernah aku berkhayal

janganlah menjadi tua pak, buk

berhentilah angka umurmu

biarkan umurku saja yang bertambah

supaya kita nanti menjadi sebaya


Dan supaya ketika aku menjadi sebaya

dan kita menjadi teman sepermainan

kemanapun pergi selalu bersama


Dengan uangku yang sedikit

mari papa, mama kujamu engkau makan,

bergembiralah denganku

janganlah seperti aku waktu kecil

yang sering tidak puas dengan masakan sederhana ibuk

karena sekarang aku tahu

dengan yang sederhana itu

bapak ibuk memberikan yang terbaik bagiku


akan kubelikan minuman segar penghiburanku

bila engkau berdua merasa haus

seperti ketika aku pulang sekolah

bapak menjemputku

dan membelikan es dawet kesukaannku


Memang aku masih muda

belum banyak pahit manis asam asin kehidupan kurasakan

tetapi

ungkapkanlah pergumulanmu kepadaku

mungkin hanya senyum dan kehadiranku

yang bisa kuberikan

dan mungkin tak sebanding

dengan nasehat bapak ibuk

dikala aku lesu dan lemah


Sekarang aku bisa merasakan

susah bapak ibuk

betapa rewelnya aku

tetapi papa mama tetap sabar merawatku

sekarang

bapak ibuk yang tercinta

ijinkan aku merawat engkau

supaya

aku menjadi sabar seperti engkau berdua

menjadi lembut seperti tangan ibuk yang menidurkanku

menjadi bijaksana seperti tangan bapak yang merawatku


Aku berusaha

hidupku menjadi yang terbaik

bagi bapak & ibuk

sebab

aku tahu segala yang baik

sudah engkau taburkan bagiku

dan tidak mungkin aku menebusnya

walaupun dengan kekayaan dunia


Ketika rambut bapak ibuk mulai memutih

Aku ingin menjadi

rambut kebanggaan baru bagi engkau berdua

yang menghiasi

yang menaungi dari panas dan dingin


bapak, ibuk,

petiklah buah dariku,

sebab sudah saatnya engkau berdua tidak mencangkul lagi

mungkin pohonku tidak sebanding

dan buahnya tidak sebanding juga

tetapi

setidaknya ada buah termanis di pohonku

dan yang selalu segar untuk dipetik


…..


Sekarang..

Bapak, ibuk

aku tahu waktunya Tuhan adalah yang terbaik

Dialah yang memberi kekuatan kepadaku

nanti ketika saatnya tiba untuk engkau berdua


dan

aku terus berdoa

untuk papa mama

kiranya

damai sejahtera Tuhan

yang melampaui segala akal

terus melingkupi bapak dan ibuk

dan kasih setia Tuhan

selalu ada untuk bapak ibuk

sampai

waktu Tuhan nanti

Rayuan Gombal

Posted in Poetic Of Love dengan kaitan (tags) , , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

Apa yang kau kuatirkan kekasihku…
tidak cukupkah kata cintaku..

namamu selalu kukalungkan dileherku..
terukir mengelilingi lekuknya..
bisakah aku menolehkannya kepada nama lain…

wangi madumu..
kutahan di rongga hidungku
aromanyapun kuat mengisinya
mungkinkah wangi lainnya mengganti semerbaknya..

kekasihku..

engkau bagaikan air di mataku…
setiap kulayangkan pandang,..
keindahanmu menghiasi mataku
kecantikanmu terlukis..
disetiap mata memandang
mampukah yang lain menggantikannya..

……
……
……

Cinta Pertama

Posted in Poetic Of Love dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

orang bilang,
tak terlupakan
begitu indah
masa yang terindah,.

Cinta pertama
Pertama kalinya,
kuberikan hatiku untuk kekasih pertama
kuarahkan hatiku padanya
Pertama kalinya,
kutanam cinta dihatiku
kugali dalam-dalam
Pengalaman pertamaku
berjalan bersama membangun cinta
mewujudkan khayalan-khayalan
Pelajaran pertamaku,
menciptakan cinta bersama kekasihku
Rasa pertamaku,
untuk mengecap cinta bersamanya

bagaimana aku bisa
melupakannya..

lubangnya kugali dalam-dalam
akar-akarnya bagaikan trembesi
rasa yang tertanam
sungguh
bekas-bekasnya
menjadi bagian dariku

Tetapi

Cinta pertamaku
bukan cinta terbaikku
akarnya hanya mengarah kedalam
penuh angkuh dan ego
tak bisa kupilah rasa nya
dan
pohon cintaku
buah-buahnya terlalu muda
untuk dipetik
bahkan
menjadi sombong seperti burung onta
yang tidak bisa terbang
dengan sayap kecilnya

Aku tidak memuja
cinta pertama

sebab
cinta pertamaku
bukan cinta sejatiku
kumatangkan buahnya
sebelum waktunya
bahkan sekarang
sudah kutinggalkan

Tetapi
aku tidak benci
cinta pertamaku
cintaku saat ini
ada karena
cinta pertamaku ada

bahkan
kalau boleh memutar waktu
akan kuperbaiki cinta pertamaku
menjadikannya
cinta yang terindah

Confuse…

Posted in Poetic Of Love dengan kaitan (tags) , , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

Di taman bunga yang indah
aku berdiri
membawa pot hatiku
hendak kupilih bunga terindah
untuk kutanam dalam pot hatiku

dikananku
kulihat bunga lely
lembut kulihat kelopaknya
indah dipandang putihnya
dan..
semerbak bunga sarinya mengundang
hijau tua senyuman daunnya
menyegarkan…

sejenak
kulihat di kiri
jauh kulihat bunga krisan
bunga yang mungil
tetapi rumpunnya terlihat kuat
kuning tua kelopaknya
sungguh menarik hati
kumpulan bunga sarinya
seolah kumpulan keindahan
daun daun mungil yang tebal
menceritakan ketangguhannya berdiri
tetapi kulihat ada kumbang
terbang dengan gagah
mengiringi
bunga sari dan madunya
sejenak…
mataku terpaku akan indahnya
seandainya bisa kugapai pikirku

kulihat lagi
disisi kananku
lely yang tetap anggun
kutoleh lagi kekiri
krisan yang menawan
……..
kulihat ditanganku
pot hatiku hanya satu…..

Tell me if you…

Posted in Poetic Of Love dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

Katakanlah cinta
padaku
supaya
tenang hatiku
supaya tidak lagi
aku menerka isi hatimu
supaya jangan lagi gelisah hatiku

meskipun
kata cintamu
tak membuat  kita satu
meskipun bahasa cintamu
tak membuatku
milikimu

Ungkapkanlah kata cinta
padaku
supaya
besar hatiku
pergi meninggalkanmu

Katakanlah cinta kepadaku
walau sekali saja..
cukup bagiku

Untuk Kekasihku

Posted in Poetic Of Love dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

Aku tahu aku selalu dihatimu

dan engkaupun tahu


Isi hatiku melukiskan dirimu

Namamu selalu kukalungkan di leherku,

Kecantikanmu selalu didepanku,

Semerbak baumu juga selalu mengikutiku,

Mulutku selalu menceritakan keindahanmu,

Bahkan kulitkupun merasakan hangatnya engkau


Tetapi mengapa aku menjadi lesu,

Tulang-tulangku terasa kering,

Kepalaku penuh embun,

Dan rambutku penuh tetesan embun malam,

Aku tertidur tetapi hatiku bangun

Ah,

Seperti rusa yang merindukan air

demikianlah hatiku,

Yang terus mencari

seperti akar pohon menemui lubang air,

Dan seperti rajawali yang terus terbang tinggi

mencarimu ada dibalik awan


Hatiku merindukan kata cintamu kekasihku


Kerinduanku


Aku ingin memberikan sesendok madu

supaya mulutmu tidak kelu menyatakan cintamu

Aku ingin mengenakan pakaian kebanggaanku

supaya matamu menceritakan cintamu

Aku ingin menyanyikan lagumu

supaya aku mendengar cintamu

Aku akan memberikan mawar segar

supaya kita berdua mnghirup semerbak cintanya

Aku juga ingin menceritakan kegelisahan hatiku

supaya hatimu dengan cinta menghibur aku


ketika aku mendengarkan

kata cintamu


lihatlah

bunga dan rumput bernyanyi

pohon-pohon melambai girang

bahkan batu yang diam pun bersorak


seperti tanah kering yang dialiri air

dan seperti rusa yang kenyang akan air

demikianlah hatiku kekasihku


bahkan melebihi seorang satria

yang mengalahkan seribu musuh

ataupun

seorang juara yang mengalungi medali

demikianlah hatiku meluap-luap

ketika kudengar cinta darimu


kan kubangunkan naunganmu

supaya didalamnya setiap hari kudengar kata cintamu

mari tuliskanlah kekasihku

supaya ketika aku membuka mata

kubaca terus cintamu


sebab kata cintamu melebihi dari semua yang ada


katakanlah cinta kepadaku kekasihku

supaya tenang dan tidak gelisah lagi

hatiku

A Time Before I Meet My Lover

Posted in Poetic Of Love dengan kaitan (tags) , , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

Mengapa engkau gelisah hatiku
mengapa engkau tidak tenang jantungku
Hari sudah larut..
waktunya tertutup kelopak mataku..
Kurebahkan tubuhku..
terasa sesak dadaku
ingin kuterjaga saja..

….
Aku mulai tertidur
tetapi hatiku terbangun
mencoba memilih mimpi..

Matahari dimanakah engkau sekarang
tak inginkah engkau segera terbit..
Tak tahukah engkau hatiku
Tidakkah engkau seperti hatiku yang bergegas
segera pagi..

Tenang-tenang..
kataku kepada
jantungku
tenang.. jangan tergesa
mari bersama menghitung waktu
supaya esok
degupmu berirama ceria
ketika dia datang

Tenang-tenang..
kataku kepada
hatiku
Tumpuklah satu persatu
bongkah rindumu
susunlah
seperti sirih
rapat terangkai
supaya
esok engkau bisa
melampiaskan semua rindumu

….
Tenang dan tutuplah
kelopak mataku
Mataharipun tak sabar
melihat pagi
Istirahatlah
mataku
supaya engkau esok bersinar memancarkan
rindumu padanya

….

Kujelang Matahari menghantarku kepadamu kekasihku….

Sahabat

Posted in Poetic Of Love dengan kaitan (tags) , on Agustus 20, 2008 by lionbeat

Diriku adalah dirimu

Dan dirimu adalah diriku

Bersama kita berjalan di pantai kehidupan

Melewati pasir pasir kesenangan

Menaruh kasih disetiap waktu

Bersama berjaga dari pasang air kesukaran

Dan menjadi saudara dalam menghadapinya

Tetaplah bergandengan tangan denganku

Lihatlah kebelakang

dua pasang jejak kaki

menari mengikuti irama keceriaan kita

sepasang ke kanan sepasang kekiri

menyibak pasir pasir yang gembira

lihatlah terkadang,

sepasang mendahului tak mau kalah

dan sepasang lagi tersenyum mengagumi langkahnya

terkadang sepasang jejak terinjak

tapi pasir pasir kasih selalu ada diatasnya

Sekarang kita masih berpegangan tangan

Lihatlah kebawah

Dua pasang kaki yang berbeda tetap bersama

Mari berpegangan lebih erat lagi

dan lihatlah kedepan

persisir masih panjang

masih banyak pasir-pasir kebahagiaan

yang akan kita lalui

juga

akan ada pasang air kesukaran diwaktu-waktu senja

yang tak disangka-sangka datang ombaknya

Bila engkau takut

berjalanlah dibelakangku

Bila engkau kuat

jangan berjalan terlalu cepat

tunggulah aku sahabatku

Bila engkau lelah jangan putus asa

berhentilah sejenak

biarkan aku berjalan dulu sampai tujuan

kemudian aku jemput engkau lagi

Jangan takut kepada karang karang kecil

yang akan melukai kaki kita

bersama-sama kita akan melompatinya

dan sekalipun kakimu terluka sahabatku

sehingga engkau tidak dapat berjalan lagi

jangan kamu kuatir

aku bersedia menggendongmu

sampai lukamu sembuh

Ketika aku sulit melihat jauh kedepan

karena kabut bebanku yang berat

aku mohon jangan pegang lagi tanganku

tetapi peluklah aku, tuntun aku

supaya aku tidak jatuh

Dan esok ,

ketika aku harus berjalan dengan belahan jiwaku

dan engkau dengan belahan jiwamu

ketika tangan kita tidak saling berpegangan lagi

ketika tujuan kita menjadi berbeda

jangan palingkan wajahmu

karena aku tetap menaruh kasihku disetiap waktu untukmu

tetaplah menjadi saudara dalam kesukaranku

Dan sampai memutih rambut kita

tetaplah engkau bersahabat denganku

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.