Sahabat
Diriku adalah dirimu
Dan dirimu adalah diriku
Bersama kita berjalan di pantai kehidupan
Melewati pasir pasir kesenangan
Menaruh kasih disetiap waktu
Bersama berjaga dari pasang air kesukaran
Dan menjadi saudara dalam menghadapinya
Tetaplah bergandengan tangan denganku
Lihatlah kebelakang
dua pasang jejak kaki
menari mengikuti irama keceriaan kita
sepasang ke kanan sepasang kekiri
menyibak pasir pasir yang gembira
lihatlah terkadang,
sepasang mendahului tak mau kalah
dan sepasang lagi tersenyum mengagumi langkahnya
terkadang sepasang jejak terinjak
tapi pasir pasir kasih selalu ada diatasnya
Sekarang kita masih berpegangan tangan
Lihatlah kebawah
Dua pasang kaki yang berbeda tetap bersama
Mari berpegangan lebih erat lagi
dan lihatlah kedepan
persisir masih panjang
masih banyak pasir-pasir kebahagiaan
yang akan kita lalui
juga
akan ada pasang air kesukaran diwaktu-waktu senja
yang tak disangka-sangka datang ombaknya
Bila engkau takut
berjalanlah dibelakangku
Bila engkau kuat
jangan berjalan terlalu cepat
tunggulah aku sahabatku
Bila engkau lelah jangan putus asa
berhentilah sejenak
biarkan aku berjalan dulu sampai tujuan
kemudian aku jemput engkau lagi
Jangan takut kepada karang karang kecil
yang akan melukai kaki kita
bersama-sama kita akan melompatinya
dan sekalipun kakimu terluka sahabatku
sehingga engkau tidak dapat berjalan lagi
jangan kamu kuatir
aku bersedia menggendongmu
sampai lukamu sembuh
Ketika aku sulit melihat jauh kedepan
karena kabut bebanku yang berat
aku mohon jangan pegang lagi tanganku
tetapi peluklah aku, tuntun aku
supaya aku tidak jatuh
Dan esok ,
ketika aku harus berjalan dengan belahan jiwaku
dan engkau dengan belahan jiwamu
ketika tangan kita tidak saling berpegangan lagi
ketika tujuan kita menjadi berbeda
jangan palingkan wajahmu
karena aku tetap menaruh kasihku disetiap waktu untukmu
tetaplah menjadi saudara dalam kesukaranku
Dan sampai memutih rambut kita
tetaplah engkau bersahabat denganku