Untuk Kekasihku
dan engkaupun tahu
Isi hatiku melukiskan dirimu
Namamu selalu kukalungkan di leherku,
Kecantikanmu selalu didepanku,
Semerbak baumu juga selalu mengikutiku,
Mulutku selalu menceritakan keindahanmu,
Bahkan kulitkupun merasakan hangatnya engkau
Tetapi mengapa aku menjadi lesu,
Tulang-tulangku terasa kering,
Dan rambutku penuh tetesan embun malam,
Aku tertidur tetapi hatiku bangun
Ah,
Seperti rusa yang merindukan air
Yang terus mencari
seperti akar pohon menemui lubang air,
Dan seperti rajawali yang terus terbang tinggi
mencarimu ada dibalik awan
Hatiku merindukan kata cintamu kekasihku
Kerinduanku
Aku ingin memberikan sesendok madu
supaya mulutmu tidak kelu menyatakan cintamu
Aku ingin mengenakan pakaian kebanggaanku
supaya matamu menceritakan cintamu
Aku ingin menyanyikan lagumu
Aku akan memberikan mawar segar
supaya kita berdua mnghirup semerbak cintanya
Aku juga ingin menceritakan kegelisahan hatiku
supaya hatimu dengan cinta menghibur aku
ketika aku mendengarkan
bunga dan rumput bernyanyi
pohon-pohon melambai girang
bahkan batu yang diam pun bersorak
seperti tanah kering yang dialiri air
dan seperti rusa yang kenyang akan air
demikianlah hatiku kekasihku
bahkan melebihi seorang satria
ataupun
seorang juara yang mengalungi medali
demikianlah hatiku meluap-luap
ketika kudengar cinta darimu
supaya didalamnya setiap hari kudengar kata cintamu
supaya ketika aku membuka mata
sebab kata cintamu melebihi dari semua yang ada
katakanlah cinta kepadaku kekasihku
supaya tenang dan tidak gelisah lagi
hatiku
Desember 19, 2008 pada 11:01 am
masih skulah SD ya dek?
kalo dibaca, kayaknya ade masih kelas 4 SD.
rajin belajar, lumayan buat anak SD, siapa tau kalo dah gede jadi pinter nulis puisi.
semangat ya dek.
Desember 22, 2008 pada 3:08 am
tau aja, aku di SD plus, bibit unggul